snow rain

Jumat, 27 April 2012

laporan ,cara kerja dan pembahasan pemeriksaan ACIDITAS dan ALKALINITAS


I. Tujuan
Mengetahui tingkas keasaman dan kebasaan suatu larutan beserta konsentrasi masing-masing larutan.
II. Metode
Titrasi Asam dan Basa.
III. Prinsip
Asiditas dan Alkaliditas dalam air dinetralkan dengan NaOH atau HCl dengan menggunakan indikator PP (Penol Ptealin) dan MO (Metil Orange).
IV. Alat dan Bahan
Alat :
1. Labu Elemeyer (250 ml)
2. Buret
3. Gelas Kimia
4. Pipet Tetes
5. Statif
6. Corong
7. Gelas Ukur (100 ml)
Bahan :
1. Indikator PP 0,1 %
2. Indikator PP 0,1 %
3. Larutan NaOH 0,1 N
4. Larutan HCl 0,1 N
5. Air Sampel
V. Cara Kerja
A. Asiditas
1. Ambil 100 ml air sampel dengan gelas ukur lalu masukan kedalam labu elemeyer.
2. Kemudian menambahkan 3 tetes indikaotr PP 0,1%
3. Kemudian menitrasi dengan larutan NaOH 0,1 N sampai terjadi perubahan warna dari tidak berwarna sampai menjadi merah muda.
4. Kemudian mencatat jumlah NaOH yang dgunakan untuk titrasi.
5. Kemudian masuk ke dalam Rumus :
AJ = x P ml x N NaOH x f NaOH x ME CaCO3
B. Alkaliditas
1. Mengambil 100 ml air sampel dengan gelas ukur lalu masukan ke dalam labu elemeyer.
2. Kemudian menambah 3 tetes indikator MO 0,1 %
3. Kemudian mentritrasikan dengan menggunakan larutan HCl 0,1 N sampai terjadi perubahan warna dari kuningmenjadi jingga
4. Mencatat jumlah HCl 0,1 N yang digunakan untuk titrasi
5. Kemudian masukkan ke dalam rumus :
AJ = x Pml x NHCl x f HCl x ME CaCo3
VI. Data Percobaan
ASIDITAS
 Percobaan I
Standarisasi NaOH
f = 0,79
NaOH digunakan (P ml)
P ml I : 4,8 ml
II : 4,9 ml
III : 2,9 ml
+
12,6 ml
Rata-rata : 12,6 ml
= 4,2 ml
3
ME CaCO3 = Mr CaCO3 = 100
ē valensi 2
= 50
Asiditas jumlah :
AJ = x P ml x N NaOH x f NaOH x ME CaCO3
= x 4,2 x 0,1 x 0,79 x 50
= 165,9 mg/1 sebagai CaCO3
 Percobaan II
Standarisasi NaOH
F = 25
ml NaOH
= = 1,08 ml
NaOH digunakan (P ml)
P ml I : 2,6 ml
II : 3,5 ml
III : 6,8 ml
+
12,9 ml
Rata-rata : 12,9 ml
= 4,3 ml
3
ME CaCO3 = 50
Asiditas jumlah
AJ = x P ml x N NaOH x f NaOH x ME CaCO3
= x 4,3 x 0,1 x 50 x 1,08
= 232,2 mg/l sebagai CaCO3
 Percobaan III
Standarisasi NaOH ME CaCO3 =
f = = 0,79 = 50
P ml I : 3,8 ml
II : 3,5 ml
III : 2,0 ml
+
9,3 ml
Rata-rata : 9,3 ml
= 3,1 ml
3
Asiditas jumlah
AJ = x P ml x N NaOH x f NaOH x ME CaCO3
= x 3,1 ml x 0,1 N x 0,79 x 50
= 122,45 mg/l sebagai CaCO3
ALKALIDITAS
 Percobaan I
Standarisasi HCl
f =
= 0,82
P ml I : 11,5 ml
II : 11 ml
III : 12 ml
+
34,5 ml
Rata-rata : 34,5 ml
= 11,5 ml
3
ME CaCO3 = Mr CaCO3
ē valensi
= = 50
Alkaliditas Jumlah
LJ = x P ml x N HCl x f HCl x ME CaCO3
= x 11,5 x 0,1 x 0,82 x 50
= 471,5 mg/l sebagai CaCO3
 Percobaan II
Standarisasi HCl
f =
= 0,8
P ml I : 11 ml
ME CaCO3 =
= 50
Alkaliditas Jumlah
LJ = x P ml x N HCl x f HCl x ME CaCO3
= x 11 ml x 0,1 x 0,8 x 50
= 440 mg/l sebagai CaCO3
 Percobaan III
Standarisasi HCl
f = 0,75
P ml I : 12,4 ml
II : 11,3 ml
III : 11,4 ml
Rata-rata =
= 11,7 ml
ME CaCO3 = = 50
Alkaliditas Jumlah
LJ = x P ml x N HCl x f HCl x ME CaCO3
= x 11,7 x 0,75 x 0,1 x 50
= 438,75 mg/l
VII. Perhitungan
Asiditas Rata-rata
AJ rata-rata = AJ I + AJ II + AJ III
3
= 165,9 + 232,2 + 122,45
3
=
= 173,5 mg/l sebagai CaCO3
Alkaliditas Rata-rata
LJ rata-rata = LJ I + LJ II + LJ III
3
= 471,5 + 440 + 438,75
3
=
= 450, 1 mg/l sebagai CaCO3
VIII. Kesimpulan
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
- Nilai Asiditas (AJ) adalah 173,5 mg/l sebagai CaCO3
- Nilai Alkaliditas (LJ) adalah 450, 1 mg/l sebagai CaCO3
IX. Pembahasan






Asiditas adalah hasil dari adanya asam lemah seperti H2PO4-, CO2, H2S, asam-asam lemak, dan ion-ion logam asam, terutama Fe3+. Asiditas lebih sukar ditentukan daripada alkalinitas, karena dua kontributor utamanya adalah CO2 dan H2S merupakan larutan volatile yang segera hilang dari sample.(Syafila, Mindriany)
Untuk asam kuat seperti H2SO4 dan HCl dalam air dikenal dengan istilah “asam mineral bebas” (free mineral acid). “Acid Mineral Water” mengandung asam mineral bebas dalam konsentrasi yang harus diperhitungkan. (Manahan,Stanley).
Reaksi-reaksi yang terjadi :
Asiditas H+ + OH-  H2O
CO2 + OH-  HCO3-
HCO3- + H+  H2O + CO2
Alkalinitas OH- + H+  H2O
CO32- + H+  HCO3-
HCO3- + H+  H2O + CO2
Pereaksi yang terjadi adalah :
Larutan H2SO4 0,1 N
Encerkan 0,28 ml H2SO4 pekat ke dalam 1L air.
Larutan H2SO4 0,02 N
Pipet 200 ml H2SO4 0,1 N ke dalam 1L air.
Larutan standar Na2CO3
Timbang 5 mg Na2CO3 masukkan ke dalam 1L air.
Ada 2 cara untuk menentukan asiditas, yaitu:
1. asiditas total, ditentukan oleh titrasi dengan basa untuk mencapai titik akhir fenolftalein
2. asam mineral bebas, ditentukan oleh titrasi dengan basa untuk mencapai titik akhir metal orange. ( Syafila, Mindriany)
titrasi adalah cara penetapan kadar suatu larutan dengan menggunakan larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya. Metode seperti ini biasanya dilakukan di laboratorium. Beberapa jenis titrasi yaitu :
1. titrasi asam basa
2. titrasi redoks
3. titrasi pengendapan
Pada percobaan asiditas alkalinitas, jenis titrasi yang digunakan adalah titrasi asam basa. (www.wikipedia.org/titrasi)
Beberapa buangan industri mengandung ion-ion untuk menetralkan mengandung logam asam, dan biasanya merupakan asam kuat.
Alkalinitas merupakan penyangga(buffer) peerubahan pH air dan indikasi kesuburan yang diukur dengan kandungan karbonat. Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa penurunan nilai pH larutan. (Alaerts dan Ir. S. Sumetri. S).
Alkalinitas mampu menetralisir keasaman di dalam air. Secara khusus alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pembufferan dari ion bikarbonat, dan tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut dalam air akan bereaksi dengan ion hydrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikkan pH. Alkalinitas optimal pda nilai 90-150 ppm. Alkalinitas rendah diatasi dengan pengapuran dosis 5 ppm. Dan jenis kapur yang digunakan disesuaikan kondisi pH air sehingga pengaruh pengapuran tidak membuat Ph air tinggi, serta disesuaikan dengan keperluan dan fungsinya. (www.wikipedia.org/alkalinitas).
Perbedaan antara basa tingkat tinggi dengan alkalinitas yang tingga adalah sebagai berikut :
1. Tingkat basa tinggi ditunjukkan oleh pH tinggi;
2. Alkalinitas tinggi ditunjukkan dengan kemampuan menerima proton tinggi.
Alkalinitas berperan dalam menentukan kemampuan air untuk mendukung pertumbuhan alga dan kehidupan air lainnya, hal ini dikarenakan :
1. Pengaruh system buffer dari alkalinitas;
2. alkalinitas berfungsi sebagai reservoir untuk karbon organic. Sehingga alkalinitas diukur sebagai factor kesuburan air. (Syafila, Mindriany).
Kadar alkalinitas dengan tingkat kesadahan air haruslah seimbang. Jika kadar alkalinitas terlalu tinggi dibandingkan dengan kadar Ca2+ dan Mg2+ (kesadahan) maka air menjdi agresif dan menyebabkan karat pada pipa. Sebaliknya, bila kadar alkalinitasnya rendah dapat menyebabkan kerak CaCO3 pada dinding pipa yang dapat memperkecil penampang basah pipa.
Pada air buangan, khususnya dari industri, kadar alkalinitas yang tinggi menunjukkan adanya senyawa garam dari asam lemah seperti asam asetat, propionate, amoniak dan sulfite. Alkalinitas juga sebagai parameter pengontrol untuk anaerobic digestes dan instalasi Lumpur aktif (Alaerts dan ir. Sri Sumestri Santia, MSc).
Asiditas dan alkalinitas sangat bergantung pada pH air. Pengawasan keabsahan data dapat dilakukan ketentuan, yaitu:
1. asiditas sebagai H+ hanya ada dalam air pada pH <4,5;
2. asiditas sebagai CO2 hanya ada dalam air pada pH antara 4,5 – 8,3;
3. alkalinitas sebagai HCO3-, hanya ada dalam air pada pH 4,5 – 8,3;
4. alkalinitas sebagai CO32-, hanya ada dalam air pada pH >8,3;
5. alkalinitas sebagai hidroksida hanya ada dalam air pada pH lebih besar dari 10,5.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar