snow rain

Tampilkan postingan dengan label PARASIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PARASIT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2012

morfologi, siklus hidup, dan diagnosis plasmodium


PLASMODIUM FALCIPARUM
Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari jasad-jasad yang hidup untuk sementara atau tetap di dalam atau pada permukaan jasad lain dengan maksud untuk mengambil makanan sebagian atau seluruhnya dari jasad itu (parasiros = jasad yang mengambil makanan; logos = ilmu).


Dalam makalah ini akan dibahas mengenai plasmodium sp dan lebih rinci lagi akan dibahas mengenai plasmodium Falcifarum.
Plasmodium sp pada manusia menyebabkan penyakit malaria dengan gejala demam, anemia dan spleomegali (pembengkakan spleen). Dikenal 4 (empat) jenis plasmodium, yaitu :

Kamis, 29 Maret 2012

CESTODA (pembahasan)

Cestoda

PENDAHULUAN
CACING (Helminths) berasal dari kata “Helmins atau Helminthos (Greek) yang secara umum berarti organisme yang tubuhnya memanjang dan lunak. Didalam Soulsby (1982), cacing yang penting dipelajari untuk kedokteran hewan ada 2 pilum antara lain :
(1) PLATYHELMINTHES dan
(2). NEMAHELMINTHES.
Kestoda filumnya Platyhelminthes dan berbeda dengan Trematoda , karena tidak memiliki rongga badan maupun saluran pencernaan dan semua organ-organ tersimpan didalam jaringan parenkim. Tubuh umumnya panjang, pipih dorso-ventral (atas bawah) berbentuk pita dan tersusun oleh banyak segmen
Morfologi : berukuran panjang dari beberpa melimeter sampai beberapa meter. Secara umum tubuhnya dapat dibedakan menjadi 3 bagian terdiri dari :
(1) SKOLEK (kepala)
(2) KOLUM (leher)
(3) STROBILA (badan)
SKOLEK, umumnya memiliki 4 buah alat penghisap (“sucker” = acetabula”) yang pada beberapa jenis memiliki kait (dipersenjatai) tetapi ada juga yang hanya memiliki 2 buah alat penghisap yang disebut “Bothria” yang terletak dibagian pinggir berfungsi untuk perlekatan. Pada Skolek juga bisa ditemukan bagian yang menonjol disebut ROSTELUM yang pada beberapa jenis juga dilengkapi dengan kait (dipersenjatai), serta fungsinya juga untuk perlekatan. Bentuk Kait sangat bervariasi, tetapi secara umum terdiri dari sebuah tangkai, sebuah prisai dan sebuah mata kait.
KOLUM, ukurannya pendek dan tidak bersegmen, merupakan tempat terbentuknya segmen. Segmen yang baru terbentuk akan mendorong segmen yang terbentuk sebelumnya, sehingga akhirnya terbentuklah strobila.