Cestoda
PENDAHULUAN
CACING (Helminths) berasal dari kata “
Helmins atau
Helminthos
(Greek) yang secara umum berarti organisme yang tubuhnya memanjang dan
lunak. Didalam Soulsby (1982), cacing yang penting dipelajari untuk
kedokteran hewan ada 2 pilum antara lain :
(1)
PLATYHELMINTHES dan
(2).
NEMAHELMINTHES.
Kestoda filumnya Platyhelminthes dan berbeda dengan Trematoda ,
karena tidak memiliki rongga badan maupun saluran pencernaan dan semua
organ-organ tersimpan didalam jaringan parenkim. Tubuh umumnya panjang,
pipih dorso-ventral (atas bawah) berbentuk pita dan tersusun oleh banyak
segmen
Morfologi : berukuran panjang dari beberpa melimeter sampai beberapa
meter. Secara umum tubuhnya dapat dibedakan menjadi 3 bagian terdiri
dari :
(1)
SKOLEK (
kepala)
(2)
KOLUM (
leher)
(3)
STROBILA (
badan)
SKOLEK, umumnya memiliki 4 buah alat penghisap (“
sucker” = acetabula”)
yang pada beberapa jenis memiliki kait (dipersenjatai) tetapi ada juga
yang hanya memiliki 2 buah alat penghisap yang disebut “
Bothria” yang terletak dibagian pinggir berfungsi untuk perlekatan. Pada Skolek juga bisa ditemukan bagian yang menonjol disebut
ROSTELUM
yang pada beberapa jenis juga dilengkapi dengan kait (dipersenjatai),
serta fungsinya juga untuk perlekatan. Bentuk Kait sangat bervariasi,
tetapi secara umum terdiri dari sebuah tangkai, sebuah prisai dan sebuah
mata kait.
KOLUM, ukurannya pendek dan tidak bersegmen,
merupakan tempat terbentuknya segmen. Segmen yang baru terbentuk akan
mendorong segmen yang terbentuk sebelumnya, sehingga akhirnya
terbentuklah strobila.